Sunday, 23 July 2017


Tulisan kali ini merupakan notulensi hasil diskusi di grup WhatsApp yang saya menjadi salah satu admin di dalamnya. yaitu grup Alumni Univeritas Sultan Ageng Tirtayasa Serang Banten.
Narasumber merupakan salah satu alumni Untirta yang baru saja menyelesaikan program magang kerja di Jepang dari Kementrian Pemuda dan Olahraga. Mari kita langsung baca saja notulensi berikut.

Notulensi Bincang-Bincang Bareng Alumni
Tanggal 16/7/2017
Facilitator : Dede Ahmad Taufik - Senpai
Moderator : Kahfi Yunus
Tema : ```Islamphobia dan Dakwah Masa Depan di Negeri Naruto```

Bismillah..
Assalamu'alaikum wr. wb..
Apa kabar'a sahabat2 semua. Smg dlm keadaan sehat2 ya..
Sy Kahfi Yunus yg d daulat oleh admin utk memandu jalan'a kajian siang ini.. Hehehehe
Salam perkenalan buat yg blm kenal sm sy..😆😆😆
Smg kajian siang ini barokah ya..
Sy akan awali dgn sebuah awalan singkat & bbrp fakta yg sy dpat mngnai islamophobia & kerasnya dakwah d negeri matahari terbit..
1. Islamophobia sebenarnya tlah trjadi sejak jatuhnya dua peradaban besar dunia oleh islam, yakni kerajaan Persia si penyembah Api & sebuah peradaban termahsyur d Eropa yakni Romawi yg harus bertekuk lutut setelah 800 tahun menjadi kekuatan Adidaya di Eropa.
2. Peristiwa sentral yg membuat ketakutan kaum salibis akan pesatnya dominasi islam adalah jatuhnya spanyol oleh kekhalifahan Turki dan perang di Wina yg skrg mnjd  d Ukraina.... Sprt yg kita tahu, saat itu Wina merupakan benteng trakhir pertahanan kaum salib d Eropa..
Langsung ke Jepang, sampai skrg sy g tau data mengenai masuknya islam k negeri tsb.. Yg jelas menurut data dr Dr Ziyad selaku ketua pelajar muslim d jepang ada sekitar *2.000.000* populasi muslim d jepang. Dan tantangan yg d dapati saudara muslim kita d Jepang adalah sulitnya mencari masjid, menurut data yg sy dapat, jumlah masjid d jepang kurang dr 50.. Utk beribadah sering mrk mengontrak bangunan kecil utk d sulap jd mushola. Selain itu tdk ada'a mufti atau pemuka agama jg jd kendala besar kaum muslim d jepang


*Dede Taufik:* Ralat jumlah muslim di jepang berkisar 150.000-200.000 jiwa atau kurang dari 2% penduduk jepang yg berjumlah sekitar 125jt jiwa.

*Kahfi Yunus:* Nah, bagaimana saudara2 kita baik itu penduduk asli maupun pendatang bertahan dr berbagai serangan dan kesulitan beribadah dan mempertahankan akidah'a d negeri tsb. Langsung saja kita serahkan kpd pemateri kita, selaku expert yg prnah berjuang mempertahankan keimanan lgs d tempat tsb..
Tafadhal bang *@⁨Dede Taufik⁩*

*Dede Taufik:* Mempersingkat waktu kita langsung bahas saja perkembangan islam di Jepang era 80' eramodern dan tantangan dakwah islam kedepan di Jepang. Islam masuk dan dikenal masyarakat jepang dimulai tahun 80' atau masa perang dunia ke II dimana kekhalifahan turki mengirim beberapa delegasi ke jepang untuk mengenalkan islam dan kerjasama militer melawan sekutu.
Di awal perkembangan nya berkat loby kekhalifahan turki otoman, maka pihak kerajaan jepang saat itu memberikan ijin kepada delegasi turki untuk mendirikan sebuah masjid di dekat ibu kota tokyo dengan arsitektur menyerupai masjid agung kubah biru di turky.
Dan saat ini masjid itu menjadi masjid pertama dan terbesar di jepang sampai saat ini. Dan jadi deatinasi utama wisatawan dan WNI muslim asal Indonesia.
Sejak berdirinya masjid agung gunma itu maka dimulailah geliat dakwah islam di negri naruto sampai detik ini.
Belum ada sensus resmi dan akurat terkait berapa jumlah penganut muslim di negara naruto itu, namun banyak sensus baik dari pihak pemerintahan jepang maupun japan Islamic center menyebutkan bahwa jumlah muslim di jepang berkisar *150rb-200rb* jiwa. Di dominasi muslim Indonesia, pakistan dan Bangladesh serta migran dari berbagai negara muslim.
Sedang jumlah penduduk asli jepang yg menganut islam hanya berkisar 20rb jiwa. Di dominasi karena faktor pernikahan.
Jadi sampai saat ini alasan utama masyarakat jepang yg memilih memeluk islam adalah karena faktor pernikahan dengan migran muslim asal Indonesia, pakistan dll.
Jadi saya menyimpulkan keberhasilan dakwah di era 80' sampai saat ini adalah karena faktor ikatan pernikahan.
Ini tantangan besar bagi para aktivis islam dimana dakwah bilhikmah di negara naruto masih sangat perlu inovasi dan kerja keras. Apalagi dari jumlah 20rb itu hanya 5% yg berusia muda.
Saya melihat, dakwah islam di Jepang masih sangat kaku karena hanya fokus di masjid dan acara2 seminar. Dan sarana itu sangat tidak populer dikalangan remaja dan pemuda jepang.
Ditambah jumlah Dai muda khususnya yg merupakan warga asli jepang jumlahnya sangat minim bahkan masih bisa dihitung jari.
Itulah alasan dlu kenapa saya ingin menikahi gadiz jepang agar kelak anak2 kami bisa menjadi Dai2 muda jepang yg inovatif.
*(@curhatbro)*
Sedangkan fenomena ISLAMPOBIA di jepang sebagian besar di pengeruhi oleh minimnya wawasan masyarakat jepang tentang islam, dan karena faktor dominasi media yg dikuasai Zionist amerika yg banyak memberitakan dan menggambarkan kalau islam itu agama kaku, penuh kekerasan, anti feminisme, dan terorisme.
Saya merasakan langsung selama di jepang, dimana banyak sekali berita seputar al Qaeda, ISIS dan Penindasan terhadap wanita di media2 jepang. Walau ada juga berita positif yg menggambarkan apa itu islam.
Melihat kondisi seperti itu tentu tidaklah efektif jika kita melakukan pendekatan khususnya kepada kalangan pemuda jepang dengan cara2 konfensional atau masuk komunitas mereka dengan berpenampilan ala ala wahabi. 😅🍙
Jadi untuk lebih dekat dengan berbagai komunitas pemuda Jepang, saya lebih memilih membaur dengan mereka, baik secara style, pergaulan dll.
Jadi jangan heran jika banyak ikhwah yg langsung mencap negatif beberapa foto saya saat berada di jepang.
Selama masuk keberbagai komutitas pemuda jepang, saya banyak sekali pengalaman unik seputar islam dalam perspektif mereka. Dan ternyata 90% lebih mreka langsung mengatakan islam itu bercadar, al qaeda dll.
Tentu ini sangat mengusik hati saya, oleh karena itu saya meyakinkan diri untuk tetap melakukan pendekatan secara lebih ramah dan mengenalkan pribadi saya. Bahwa saya muslim, saya bukan teroris dan agama saya bukan agama terorisme.
Alhamdulillah saya berhasil mengajak mreka untuk masuk ke masjid dan mengenalkan budaya islam serta fungsi masjid ke teman2 saya pemuda jepang.
Tekanan terberat yg saya rasakan selama di jepang adalah saat ISIS, Memenggal 3 wartawan Jepang, maka selama 3 bulan seluruh komunitas minoritas muslim merasakan serangan islampobia. Baik secara verbal bahkan masjid2 mendapatkan serangan surat kaleng bernada ancaman. Itu masa tersulit yg pernah saya rasakan sebagai minoritas muslim di jepang.
Cara efektif untuk mengenalkan islam lebih ramah tentu dengan dakwah bil hikmah. Tentu tidak secara konfensional di masjid2 ataupun ruang seminar.
Tapi bisa melalui kampanye ramah oleh komunitas2 muslim di tempat2 terbuka, membuat lebih banyak media dakwah melalui animasi, video pendek dll seputar islam rahmatan lilalamin.
Mendekati olimpiade yg akan diselenggarakan di tokyo 2020 nanti, jepang juga semakin ramah terhadap wisatawan muslim terlihat dari mulai menjamurnya fasilitas mushola di bandara, restoran dan lokasi wisata lainnya.
Terlebih permintaan legalitas makanan halal juga trus mengalami peningkatan. Ini menjadi angin segar bagi perkembangan dakwah islam di jepang.
Melihat kondisi jepang saat ini seperti melihat masa jahiliyah dimasa rasulullah dimana banyak masyarakat nya yg kafir, tak bertuhan, identik dengan kemasiatan, pelajuran, perjudian dll.
Jika rasulullah dan para sahabat bisa mengislamkan masyarakat jahiliyah makkah. Maka besar harapan kita. Suatu hari nanti Islam memjadi agama mayoritas di negri naruto.
*Wallahu'alam*

*Kahfi Yunus :* masuk ke  sesi tanya jawab.

*Adi Nugraha:* Bgaimana cara Bg Topik Dalam menjaga pandangan d negri Jepun sana?
3 tahun lebih bgi yg belum menikah tntu bkan hal yg mudah.

*Dede Taufik:* Ghadul bashar di JEPANG?
sesuatu yg teramat sangat sangat sulit bagi bujanghidin seperti saya khususnya. Dimana kemanapun arah mata memandang, disana ada paha ayam lalu lalang.
Bahkan banyak ustad dari jamaah tabligh pun mengakui hal itu. Tapi itu jika hanya sebatas menjaga pandangan. Namun jika definisi nya menjaga kemaluan. Alhamdulillah tarbiyah dzatiyah saya masih cukup menjadi bekal untuk mempertahankan keperjakaan saya sebagai bujanghidin

*Kahfi Yunus:* Alhamdulillah..
Jd mkin inti'a mnjaga pandangan d jepang amat sangat sungguh luar biasa sulit bahkan nyaris gak mungkin, iya gak bang @⁨Dede Taufik⁩?

*Dede Taufik:* Betul sangat. Kecuali kalo tiap hari bisa jalan dengan memejamkan mata. Layaknya penyandang tuna netra. BISA?

*Adi Nugraha:* Second question, Bgaiamana toleransi beragama dsna? Baik dri pemeritahan maupun dri warga jepangnya?

*Dede Taufik:* Kalau yg saya alami masih sangat minim. Khususnya di perusahaan, pemerintahan dan pergaulan.
Kecuali kalau kita sudah dikenal dan mengenalkan siapa kita dan apa itu islam. Setelah mereka faham dan memahami. Alhamdulillah mereka sangat menjaga toleransi nya.

*Baim:* Nah tadi Bang Dede bilang cita2nya menikahi gadiz Jepang agar dakwah lebih inovatif, apakah cita2 itu masih terus dikejar? Kapan target realisasinya Bang?
Itu aja pertanyaannya Bang.

*Dede Taufik:* Sudah ku duga, dikau pasti akan menyasar masalah ini.
Realistis aja dah bro, SIM dari ortu dah mentok, bahkan jutsu umi bilang gak ridho dunia akhirat. Plus usia dah makin bertambah.
Jadi pilih produk lokal saja lah. 🤣🍙

*Arif Rahman M:* Bgini senpai, bagaiman cara kaum minoritas jepang d sna menjelaskan apa itu ISIS? Atau apa jawaban senpai saat dtnya mngenai ISIS?

*Nayev Hamudi:* Mau tanya nih...
Bagaimana pendapat orang jepang tentang sosok Nabi Muhammad SAW ?
Atau adakah tokoh muslim yg disukai dsana ?

*Teh Nihlah:* Baru aja mau nanya, bgtu juga 😅
Dijepang ada tokoh muslim gk? Entah pengusaha besar, akademisi terkenal ataupun politisi gt
Teruss, disana kan ada komunitas muslim gt, sdra2 muslim dikomunitas itu kgtnnya apa aja? Sebatas mengisi ruhiyah mereka saja dg ta'lim rutin, seminar dll, atau mereka punya program besar yg berusaha masuk ke lini2 negri jepang utk mendakwahkan islam yg rahmatan lil 'alamiin?

*Kahfi Yunus:* Oi, satu2 oi.. Tertib.. Ada sy d sini 😑😑

*Dede Taufik:* Cara menjelaskannya adalah dengan menjadikan pribadi kita sebagai muslim yg toleran dan rahmatan lilalamin.
Satu guyonan saya saat ada di tengah komunitas mereka.
"jika saya muslim dan saya ISIS. tentu bukan hal yg sulit bagi saya meledakkan club malam tempat kita nongkrong saat ini. Atau saya penggal kepala mereka satu2 pake pisau BBQ yg sedang saya pegang. "
Mendengar itu, mreka tertawa terbahak2 dan mengamini klo saya muslim tapi bukan ISIS.
Nyebut nama tengah saya yg ahmad aja mreka kesulitan, tentu bagi masyarakat jepang sosok rasulullah saw at tokoh muslim lainnya tidak lah dikenal. Kecuali osama bin laden. Itu populer sekali.

*Roby Martin:* Bagaimana tradisi zen di sana? Apakah pernah ikutan kelas meditasi di sana?

*Dede Taufik:* Saya hanya senang perayaan tradisi mereka, kalau meditasi dll saya tak pernah tertarik. Saya cuma punya pengalaman pernah di murtadkan oleh kawan saya yg beragama sinto saat saya di ajak ritual di kuil terbesar di jepang.

*Kahfi Yunus:* Weewww.. Ini menarik..
Bagaimana bang dede topik menjelaskan perbedaan Isis dgn islam mnurut sy unik dan elegan sekali..
Dan trnyata Osama bin Laden lebih d kenal dr Nabi Muhammad Saw. Lalu gmn mngenai prtanyaan teh Nihlah bang @⁨Dede Taufik⁩ Ada tdk sosok muslim yg d tokohkan d jepang sana?

*Ahmad Firdaus:* ikut nambahin dari sisi pelajar di jepang, (ujug-ujug jd second moderator) heheheheh
yah alhamdulillah saat ini dimana jepang emang lg memikat turis muslim buat dtng ke jepang, sehingga fasilitas diperbanyak, seperti restourant yang menyediakan makanan halal, tp itu masih di kota2 besar
sy masuk di kota kecil, masjidnya hanya ada satu di satu perfecture, yah bisa diibaratkan 1 masjid untuk satu provinsi, tp buat temen2 yg belajar di kyushu tidak kahwatir karena di kampus ini sudah melegalkan komunitas pelajar muslim yang terdiri dr teman2 muslim macanegara.
walapun tiap solat jumat kita masih belum punya tempat khusus, jadi solatnya di lorong jalan, yah kadang lagi solat jamaah ada yang lewat2 gtu hehe mohon doanya sedang perencanaan pembangunan masjid di komplek kampus kyushu... biayanya muahal, mohon sumbangannya juga hahaha
tp setiap jumat ada kepala polisi, kalo di indo mungkin bisa dibilang kepala polseknya, yang selalu jaga buat ngehalau orang lain mengganggu ibadah kita.
tiap tahun juga teman2 pelajar selalu ngadain event, seperti seminar, dan islamic week... buat kenalin apa itu islam, dan para pelajar tertarik kalo dibahas dr segi sains, seperti kok bisa reproduksi itu dibahas diagama.
kalo dikalangan dunia akademis mereka insyaAllah toleran sama Islam, pengalaman sih waktu pertama datang sensei saya bacain komposisi makanan tiap ada sajian yang dihidangkan, jd gak perlu takut kuliah di jepang.
dan untuk komunitas, di [er[ecture fukuoka sendiri ada komunitas Muslim Fukuoka, buat yang indonesia... tiap buat ada ceramah gitu, datengin dari indo, dua bulan lalu yang datang itu ketua DPP muhamadiyah, dan Utd. Khalid basalamah. dan kalo di masjid fukuokannya tiap subuh ada kajian...

*Kahfi Yunus:* Yupz jawabang sempurna dr vang @⁨Ahmad Firdaus Utk prtanyaan teh @⁨Teh Nihlah⁩.

*Januar Titomi‬:* Adakah hal positif (sisi keislaman) yg telah saudara @⁨Dede Taufik⁩ tanamkan kepada lingkungan sekitar atau perusahaan ktika berada di Jepang?

*Kahfi Yunus:* Krn waktunya udh mau abis, pertanyaan bang @⁨Januar Titomi⁩ Bs d jawab skaligus ksih closing statement bang @⁨Dede Taufik⁩

*Dede Taufik:* Hmm.. Kalau sebatas prinsip hidup. Prinsip hidup masyarakat jepang itu sudah sangat islami. Jika warna islam yg saya tanamkan hanya di lingkungan prusahaan. Dimana saat awal saya masuk prusahaan saya minta untuk di berikan ruang ibadah, tempat wudhu dll dan itu bisa dirasakan oleh junior2 saya selanjutnya.

*Closing Statement*
Intinya cerminan terbaik islam itu adalah pribadi kita di tengah2 masyarakat jepang sendiri.
Fenomena ISLAMPHOBIA sesungguhnya tak kan pernah lenyap sampai kiamat nanti.
Yg bisa kita lakukan adalah meminimalkan jumlah keberadaan mereka dengan dakwah bilhikmah. Dan ujung tombak kita tentu ada di bahu saudara2 kita yg beruntung seperti *@⁨Ahmad Firdaus*⁩ Yg bersentuhan langsung dengan masyarakat jepang. Buat kesan positif di tengah mereka dan kenalkan langsung rahmatan lilalamin dengan cerminan kepribadian kita selama berinteraksi dengan mereka.
Bagi ikhwah yg lain bisa lakukan itu di media sosial dengan berteman langsung dan mengenalkan islam pada mereka lewat percakapan, video dll.
Sungguh masyarakat jepang memiliki hak untuk mendapatkan cahaya islam dari tangan2 kita.
Walau kita tak merasakan manfaat kampanye islam di masyarakat jepang secara langsung,  minimal jadilah wasilah untuk saudara2 minoritas muslim kita di jepang. Karena klo pemahaman mreka tentang islam semakin meningkat maka perlakuan terhadap minoritas muslim pun akan semakin baik.
*Wallahualam*

*Kahfi Yunus:* Yupz demikianlah paparan semangat islam d negeri Jepang..
Sebuah negeri yg menurut mitologi pulau-pulaunya terbentuk dari pecahan Pedang Dewa Izanagi & Izanami..
D sana ada api semangat dakwah yg smg tetap terjaga & perjuangan luar biasa saudara2 kita demi mempertahankan keislamannya.. Smg bisa kita ambil hikmah agar menambah rasa syukur & keimanan kita..
Yg minoritas saja masih semangat beribadah, bagaimana dgn kita?
Trimakasih utk @⁨Dede Taufik⁩ Senpai atas paparannya, sungguh bermanfaat..
Kita akhiri diskusi siang ini dgn Hamdalah..
Sy selaku moderator mohon maaf bila blm mampu menampung semua antusiasme & maaf atas salah kata..
Wassalam wr wb
```"Cahaya islam kan selamanya memancar, dengan darah kami sbg Pembakar"```
*Izzis-Barisan Mujahid*
🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼
*Allahu Akbar*

Friday, 26 May 2017



Alhamdulillah, Allah masih perkenankan saya untuk bertemu dengan bulan Ramadhan tahun 2017 / 1438 Hijriyah. Sesuatu yang harus saya syukuri. Disyukuri dengan cara memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah kepadaNya. Apalagi di Bulan Ramadhan ini segala amal ibadah dilipat gandakan. Maka sudah selayaknya kita memanfaatkan momen langka ini.
Membuat target ibadah selama Ramadhan bukanlah sesuatu yang salah, malah hal tersebut dicontohkan oleh Rasulullah, para sahabat, tabi'in dan generasi setelahnya.
Sebagai contoh, Rasulullah misalnya, lebih banyak bersedekah dibandingkan bulan-bulan lainnya. Atau Usman bin Affan, mengkhatamkan Al Quran dalam 2-3 hari. Imam Syafi’i khatam Al-Quran 60 kali selama Ramadhan. Maka dari itu, saya pun membuat target ibadah yang lebih banyak dibandingkan dengan bulan-bulan lain, tentunya tanpa menjadikannya sebagai beban dan dengan mengukur kemampuan diri sendiri.
Berikut saya tuliskan target pribadi selama Ramadhan, sebagai pengingat bagi diri sendiri dan dengan harapan target tersebut Allah kabulkan dan mudahkan. Aamiin.

No
Aktifitas
Target
Keterangan
1
Tilawah Al Quran + Terjemah
6 Juz
Setiap hari
2
Hafalan Quran
1 jam
Setiap hari
3
Baca Buku
30 menit
Setiap hari
4
Tarawih
30 hari
Setiap hari
5
Tahajjud
min. 4 rakaat
Setiap Malam
6
Dhuha
min. 4 rakaat
Setiap hari
7
Sedekah/infak
Min. 10 ribu
Setiap hari
8
Dzikir Al Matsurat
Pagi dan sore
Bada subuh dan bada Ashar/Magrib
9
Istighfar
100 kali
Setiap hari
10
Sholawat
100 kali
Setiap hari
11
Tasbih, Tahmid, takbir
@100 kali
Setiap bada sholat fardhu
12
I’tikaf
5 kali di tanggal ganjil
10 hari terakhir

Rincian target Tilawah
Membaca 1 juz membutuhkan waktu sekitar 50-60 menit dengan kecepatan sedang. Agar lebih terjadwal, saya akan mencantumkan waktunya.
Pukul
Jumlah juz
03 – 04
1 juz
05 – 07
2 juz
11 – 12
1 juz
17 – 18
1 Juz
21 - 22
1 juz
Jika tidak tercapai juz di siang hari, maka saya akan menuntaskannya di malam hari sebelum tidur.

Demikian target pribadi selama bulan Ramadhan tahun ini. Apabila tercapai, saya akan menambah target untuk tahun depan. Hari ini harus lebih baik dari hari kemari, bulan ini harus lebih baik dari bulan kemarin, dan Tahun ini harus lebih baik dari tahu kemarin. Semoga Allah mengizinkan kita semua bertemu Ramadhan tahun depan. Aamiin. InsyaAllah

Ini targetku, bagaimana targetmu?

Saturday, 6 May 2017


Jika mengamati kebiasaan tidur dan bangun-nya seorang bayi, terutama my krucil, Gerhana, jam berapapun dia tidur, baik itu tidur setelah magrib atau setelah isya, bahkan tidur larut malampun, dia pasti terbangun sekitar pukul 2 atau 3 atau 4 dini hari, walaupun hanya sekedar minta ASI. Dan itu membuat kami, orangtuanya ikut2an bangun. Hal tersebut terjadi hampir setiap malam. Pasti yang memiliki bayi pernah merasakannya.
Dari hal tersebut, kami menyimpulkan bahwa memang fitrah setiap manusia itu seharusnya dalam kondisi bangun di waktu sepertiga malam. Baik itu pukul 2, atau 3 atau 4 dini hari menjelang subuh.
Ada apa dengan waktu sepertiga malam?
Jawabannya ada dalam firman Allah swt dalam surat Al-Muzzammil ayat 1-3, yaitu perintah utk Qiyaamullail. Dan saya mempercayai bahwa Allah sendiri yang membangunkan hamba-hambanya di waktu tersebut dengan beberapa cara, salah satunya dengan cara yang saya sebutkan di atas.
Namun terkadang, manusia tidak peka dengan petunjuk-petunjuk dan cara -cara Allah. Ketika kita bangun di tengah malam, karena kebelet pipis. Setelah melihat jam masih pukul 2, tidur lagi. Kemudian Allah bangunkan lagi pukul 3 dengan suara alarm, juga enggak ngefek. Bangun sih, buat matiin alarm, setelah itu tidur lagi. Walhasil Sholat Subuhnya kesiangan.
Begitu pula dengan seluruh kehidupan kita. Petunjuk - petunjuk kebenaran itu selalu Allah datangkan kepada hamba-hambanya, dengan cara-cara yang mungkin tidak kita duga. Bahkan mungkin saja petunjuk itu datang dari orang-orang yang kita anggap rendah atau dari orang yang kita benci.
Jika kita lihat fenomena sekarang ini di Indonesia, khususnya kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur petahana DKI Jakarta, muncul perdebatan tentang tafsir Alquran surat Al-Maidah ayat 51. Banyak Ulama yang tidak membolehkan menjadikan orang kafir menjadi pemimpin, tidak sedikit pula ulama yang membolehkan.
Pertanyaannya adalah pendapat ulama manakah yang harus kita ikuti?
Yang manakah tafsir yang benar sesuai yang Allah maksudkan dalam surat tersebut?
Mari kita amati petunjuk-petunjuk dari ALLAH.
Pertama, aksi damai 212. Sebetulnya dari aksi ini saja, kita seharusnya menyadari petunjuk dari ALLAH kepada siapa DIA berpihak. Bagaimana kita lihat jalannya aksi berlangsung super damai, meskipun diikuti oleh jutaan orang. kemudian, orang - orang berebutan membagikan makanan, tidak ada yang kelaparan, cuaca pun sangat mendukung, apalagi saat akan melaksanakan shalat jumat, Allah mendatangkan hujan untuk berwudhu, yang mana saat itu, mobil-mobil penyuplai air, sedang kehabisan stok air. Masha Allah.
Petunjuk kedua. Kunjungan Dr. Zakir Naik ke Indonesia. Tentu ini bukan merupakan sebuah kebetulan, Dr. Zakir Naik sedang melakukan safari dakwahnya di benua ASIA, melainkan sebuah skenario dari Allah. Dengan tegas Dr. Zakir Naik mengatakan jika dihadapkan kepada pilihan antara pemimpin muslim dan kafir, maka pilihlah pemimpin muslim, meskipun pemimpin kafir tersebut mampu membangun kota 10 kali bahkan 100 kali lebih baik dari pemimpin muslim.
mungkin masih banyak petunjuk-petunjuk lainnya. So, mari kita buka mata dan hati kita agar dapat peka terhadap kode-kode kebenaran dari Sang Pencipta alam semesta.

Tuesday, 7 March 2017


Mungkin sebagian orang hanya tahu ciri ciri munafik itu ada tiga. Berdusta bila berkata, berkhianat bila dipercaya, dan mengingkari bila berjanji. Tapi sebetulnya ciri ciri munafik itu cukup banyak apabila kita perhatikan dalam AlQuran dan Hadist. Berikut diantaranya.

1. Berat melaksanakan Shalat berjamaah di masjid, terutama Shalat Isya dan Subuh.
Dari Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang MUNAFIK selain dari shalat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada Kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak." (HR. Bukhari no. 657)

2. Menjadikan orang kafir sebagai pemimpin/pelindung/teman setia
Q.S An-Nisaa : 138 - 139.
"Kabarkanlah kepada orang orang MUNAFIK bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang orang yang mengambil orang orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN/PELINDUNG/TEMAN SETIA) dengan meninggalkan orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah."

Mari introspeksi diri dan bertaubatlah.

Pada setiap zaman, Allah mengirimkan wakilnya di bumi untuk menjaga AlQuran, menjadi pembela dan meluruskan segala bentuk penyimpangan. Allah sendiri telah berjanji akan menjaga dan memelihara AlQuran. Hal tersebut termaktub dalam firmanNYA:
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9)
Dalam ayat yang mulia ini Allah Subhanahu wata’ala menjelaskan bahwa Dia-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan memeliharanya dari penambahan, pengurangan, maupun pengubahan (Asy-Syinqithi t, 2/225)
Tidak seorang pun yang berusaha memalingkan salah satu makna pada Al-Qur’an, melainkan Allah Subhanahu wata’ala pasti mendatangkan orang yang akan menjelaskan kebenaran yang nyata. Ini merupakan salah satu tanda keagungan ayat-ayat Allah Subhanahu wata’ala dan kenikmatan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya yang mukmin.
Kita ambil contoh misalnya ketika ada pernyataan dan pemahaman bahwa ALQURAN ITU MAKHLUK, yang dilontarkan oleh penguasa kala itu yaitu khalifah Al-Makmun yang mulai menyeruak pada tahun 212 Hijriyah. Pernyataan tersebut dipaksakan kepada rakyatnya untuk diyakini dan diikuti. Jika tidak mau mengikuti keyakinan sang penguasa, maka harus siap mendapat intimidasi dan penyiksaan. Tak terkecuali kepada para ulama pada masa itu.
Untuk menjaga dan memelihara AlQuran dari pemahaman sesat tersebut, Allah memilih Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sebagai wakilnya di bumi untuk meluruskan penyimpangan tersebut.
Meskipun para ulama lain dgn terpaksa melakukan "taqiyyah" (berpura-pura), menuruti keinginan sang penguasa karena diancam dan tidak tahan dengan siksaan yang mereka terima, Namun, Imam Ahmad tetap kokoh dan teguh pada pendirian dan mempertahankan keyakinannya bahwa AlQuran adalah firman Allah, bukan makhlukNya. Bila saja waktu itu Imam Ahmad menyerah pada penguasa, mungkin sampai hari ini kita juga akan meyakini bahwa AlQuran itu Makhluk.


Dan hari ini, di Indonesia, (kasusnya kita semua pasti tahu) menyeruak sebuah pernyataan dan pemahaman bahwa diperbolehkannya bagi muslim untuk memilih pemimpin kafir. Bahkan ada pernyataan "Lebih baik memilih pemimpin kafir tapi jujur, dari pada pemimpin muslim tapi korupsi". Padahal Allah telah berfirman di banyak ayat-ayatnya (Almaidah : 51 dan 57, An-nisa :138 dan 144, Al-Imran : 28 dan 149-150,  At-taubah : 23, Al-Mujadalah : 22) tentang larangan menjadikan kafir sebagai pemimpin.
Bila hari ini kita diam dan mengikuti pemahaman yang menyimpang tersebut, apa jadinya dengan pemahaman anak dan cucu kita nanti?
Dan bisa jadi Allah telah memilih Habib Rizieq Shihab dan kawan kawannya sebagai wakilNya di bumi Indonesia ini sebagai janji Allah untuk memelihara AlQuran.

Wallahu'alamu bishawab..

Thursday, 23 June 2016


Alhamdulillah, kita sudah memasuki pertengahan Bulan Ramadhan dan sebentar lagi memasuki 10 hari terakhir. Fenomena yang biasanya terlihat adalah adanya progress / kemajuan dalam shaf jama'ah solat. Maksudnya adalah shaf-nya makin maju, karena jama'ahnya berkurang. Wkwkwk..

Ramadhan adalah bulan tarbiyyah atau pendidikan. Ramadhan adalah saat yang tepat untuk mendidik diri kita dan anak-anak kita untuk memiliki kebiasaan shalat berjama'ah di masjid, terutama untuk anak laki-laki.
Kita bertanggungjawab mengajarkan anak untuk sholat, karena itu merupakan salah satu amanah yang sangat penting dan berat bagi orang tua. Mengajar dan mendidik anak untuk sholat tidak semudah kita mengajarkan ABC atau 123.
Realitas yang terjadi sekarang adalah, anak sangat susah apabila disuruh solat, dan lebih memilih bermain gadget atau menghabiskan waktunya di warnet.
Kenapa hal itu terjadi? Tanyakan pada diri anda sendiri, atau pada rumput yang bergoyang.

Berikut, beberapa hal yang harus dilakukan untuk membiasakan shalat pada anak.

1) Ibu bapak teladan yang baik.
Ibu bapak ialah teladan yang terbaik dan terdekat untuk diikuti oleh anak. bapak yang slalu pergi ke masjid, dan mama-nya yang slalu siap, ketika mendengar adzan dan mengatakan pada anak untuk sholat berjema'ah merupakan cara yang paling efektif untuk membiasakan shalat pada anak.
Jangan pernah menyuruh anak untuk shalat, sedangkan kita masih asyik menonton televisi atau mengerjakan hal yang lain, karena itu akan menjadi alasan bagi anak untuk menolak perintah tsb. Ajaklah anak bersama anda untuk mengerjakan sholat secara berjama'ah.

Kebiasaan shalat harus dimulai sejak dini, bahkan ketika bayi masih dalam kandungan atau baru lahir.
Untuk umur anak 0 – 2 tahun, wujudkan suasana yang shaleh shalehah.
Biarpun anak-anak ketika kecil, belum faham dan mengerti, tapi lingkungan yang islami akan menjadikan suasana biasa. Dia terbiasa melihat ibu dan bapaknya shalat tepat waktunya, shalat berjama'ah, dan tau tentang adzan dan mendengarkan bacaan ayat-ayat al-qur’an. Berkata-lah dengan kata menyenangkan dan juga bercerita dengan sianak, contohnya ”Tunggu di sebelah Ayah / ibu  ya nak, Ibu mau shalat.” Atau bisa juga ”Terima kasih anakku sayang karena telah tunggu Ayah/ibu shalat.”

Ajaklah anak anda ketika berumur anak  2 – 3 tahun.
Kita sebagai ibu dan ayah tidak perlu merasakan jenuh untuk slalu mengajak anak shalat. Biarpun mereka tidak biasa dengan ajakkan kita. Walau mereka hanya mendengarkan dan tiada mengikuti, teruslah menyebut tiap kali kita mau shalat. ”yukk ikut Ummi/Abi shalat!”

Untuk anak umur 4 – 6 tahun – tanamkan kepada anak tentang buat apa kita shalat?
Telah tiba waktunya buat ibu ayah berkisah tentang pentingnya shalat pada anak anda. Mengajarkan anak lewat dongeng atau cerita, bisa memberi gambaran yang bagus dan jelas pada anak. Katakan pada anak-anak secara sering tentang masjid. Ajaklah anak ke masjid. Kenalkan ahklak adab-adabnya, shalat jama'ah, hubungan sosial masyarakat dengan jama'ah yang lain dan lain sebagainya. 
Kepada umur ini pula ibu ayah telah bisa mengantar anak ke TK Islamiyah yang mengajarkan anak tentang shalat biar anak lebih mengerti dan senang untuk shalat.

Untuk Umur 7 – 9 tahun – Penekanannya dan tanggungjawab.
Ini merupakan tahun pengokohan bagi dasar shalat untuk anak. Ibu dan ayah telah menunjukkan teladan, ajakan dan pemahamannya dari  sejak lahir. Masa ini anak seharusnya telah tau apa saja yang penting dikerjakan ketika adzan, cara mengambilkan air wudhu, gerakan shalat dan bacaannya di dalam shalat.
Biarpun belum lancar dan tidak cermat, setidak-nya anak telah ada dasar. Ketika mencapai umur 9 tahun, ibu dan ayah harus mulai sedikit tegas dan selalu ingatkan anak untuk shalat.

Untuk  umur 10 tahun ke atas – berikan Denda dan hukumannya.
Dalam hadist bab shalat, Nabi muhammad Saw membenarkan kita untuk memukul mereka yang tidak shalat ketika anak mencapai umur 10 tahun. Namun sebelum ayah ibu memukul, apakah kita sudah memberikan pengertian serta teladan yang baik buat anak? 
Tidak mudah untuk ibu dan ayah menjatuhi hukuman dan memukul anaknya. senantiasa kita Semoga menjadi pemimpin yang adil dalam menentukan hukuman dan denda terhadap anak-anak.

2) Cipatakan suasana masjid yang nyaman buat anak.
Bisa jadi, tidak betahnya anak di masjid, dikarenakan perilaku orang-orang dewasa yang selalu memarahi dan membentak mereka apabila bercanda di masjid.
Kita mesti memahami usia anak-anak yang masih senang bermain. Oleh karena itu, ciptakanlah suasana yang nyaman di masjid bagi anak. Sediakanlah area bermain dekat masjid agar anak-anak senang berlama-lama di masjid dari pada di warnet atau bermain Gadget.

3) Yang terakhir Doa
Mungkin anda pernah mendengar kisah seorang bapak yang mengeluh kepada seorang ustadz tentang anak-nya yang sangat susah diajak shalat.
Sang ustadz pun kemudian menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke salah satu sahabatnya yang merupakan orang biasa (bukan orang yang ahli agama).
Sang Ustadz pun mengobrol dengan sahabatnya tsb. Tak terasa waktu sudah memasuki ashar dan kemudian terdengar suara adzan dari masjid. Tak lama kemudian, anak laki-laki sahabat ustadz itu pun keluar dan mengajak ayahnya untuk sholat. Ustadz pun kagum pada anak sahabatnya itu. Walaupun masih kecil, namun sudah rajin shalat berjama'ah.
Selesai shalat, sang ustadz bertanya kepada sahabatnya tentang cara dia membiasakan shalat pada anaknya. Diapun menjawab tak tahu persisnya, namun dia yakin bahwa itu semua karena dia selalu mengamalkan do'a Nabi Ibrahim As dari sejak anaknya masih dalam kandungan bahkan dari sejak dia baru menikah dengan istrinya.
Doa itu berbunyi :


Luar biasa! itulah kekuatan Do'a!


Wallau'alamu bishowab..

Monday, 6 June 2016



Kehidupan dunia adalah siklus permasalahan. Perputaran dari satu persoalan kepada persoalan berikutnya. Namun, berbeda orang maka berbeda pula cara mereka menghadapi persoalan hidup. Meskipun persoalan yang mereka hadapi adalah sama.

Ada orang yang menyikapi persoalan dengan diri yang tenang dan pikiran jernih. Namun, ada juga orang yang menyikapi persoalan dengan diri yang panik dan pikiran yang kalut. Tentu saja cara penyikapan yang berbeda akan melahirkan dampak yang berbeda pula.

Sejatinya, persoalan hadir dalam kehidupan dunia ini adalah sebagai sarana utk pelatihan diri manusia menjadi insan yang tangguh dan berkualitas. Sayangnya, tidak setiap orang mengetahui bagaimanakah cara yang baik dalam menyikapi persoalan.

Berikut ini, kiat-kiat agar kita bisa menyikapi dengan baik setiap persoalan yang datang di dalam hidup kita.

1. Siap pada berbagai kemungkinan
Kiat pertama adalah kesiapan diri dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi. Mengapa kita harus siap? Karena yang terjadi di dalam hidup ini tidak akan selalu sesuai dengan keinginan kita. Bahkan kita harus akui bahwa jauh lebih banyak yang terjadi tanpa kita duga dari pada yang kita duga. Maka, alangkah menderitanya diri kita apabila kita hanya mempersiapkan diri utk menghadapi kejadian yang sesuai dengan keinginan kita.
Salah satu cara yang mujarab agar kita senantiasa siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi adalah dengan berperasangka baik kepada Allah Swt. Dan sikap itu harus selalu dilatih agar terbiasa.
Sebuah hadist qudsi berbunyi, "Sesungguhnya Allah berfirman, "Aku sebagaimana prasangka hambaKu kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku (H.R Turmudzi).
Berprasangka baik terhadap Allah Swt. Akan membuat kita senantiasa siap menerima ketetapan Allah Swt yang akan terjadi kepada kita.

Pernah dengar teori tukang parkir?
Inilah gambaran sederhana bagaimana seseorang yang memiliki kesiapan diri dalam menghadapi kenyataan yang akan terjadi. Seorang tukang parkir akan senantiasa siap dengan kendaraan yang akan parkir di tempatnya. Demikian juga apabila para pemilik kendaraan itu mengambil kendaraannya kembali dan pergi, ia senantiasa siap. Mengapa demikian? Karena sejak semula ia sudah memiliki pandangan bahwa semua kendaraan itu hanyalah titipan.

2. Ridha pada apa yang terjadi.
Pada penjelasan kiat pertama kita sudah membahas bahwasanya kesiapan diri itu penting dalam rangka menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi di dalam kehidupan ini. Kemungkinan2 ini adlh hal yang belum terjadi. Apapun jika hal tsb telah terjadi, maka sikap yang harus kita miliki adalah ridha.
Selain itu, yang penting kita yakini adlah bahwa sesungguhnya yang kita sangka baik utk diri kita itu belum tentu baik menurut Allah Swt, Dzat yang maha tahu.
Allah Swt berfirman, "... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padhal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui" (Q.S Al Baqarah : 216).

Mungkin antum pernah dengar peristiwa jatuhnya salah satu maskapai penerbangan di Indonesia yang menewaskan seluruh penumpangnya. Ternyata ada seorang calon penumpang yang tidak jadi berangkat, karena passportnya tertinggal di rumah, sehingga dia harus kembali utk mengambil passport tsb. Namun dia terlambat karena terkena macet di jalan. Pada saat itu dia sempat menggerutu dan menyalahkan keadaan. Namun, setelah mendengar berita kecelakaan kapal tersebut, dia malah bersyukur tidak jadi berangkat naik pesawat tsb.
Sungguh, Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita.
Rasulullah Saw bersabda, "Barangsiapa yang ridha (kepada ketentuan Allah) maka Allah akan ridha kepadanya.." (HR. Tirmidzi)

3. Jangan mempersulit diri.
Kiat berikutnya yang perlu kita lakukan dlm menyikapi kenyataan hidup adalah dengan tidak mendramatisir kenyataan yang terjadi. Karena, jika mau jujur, permasalahan yang terjadi dalam hidup kita adalah hasil dari dramatisasi yang dilakukan oleh diri kita sendiri. Kita lebih banyak merasakan penderitaan atas kenyataan yang terjadi, sebagai akibat dari karangan kita sendiri, kekhawatiran kita sendiri, kepanikan kita sendiri. Ternyata semua itulah yang membuat kita menjadi merasa tertekan dan terbebani. Padahal, segala kenyataan yang terjadi itu, jika kita sikapi dengan kepala dingin, pikiran jernih dan hati yang lapang, kita tidak akan merasa kerepotan menghadapi segala kenyataan yang terjadi pada hidup kita.
Sebagai contoh misalnya, seseorang yang merasakan sakit pinggang. Kemudian dia memutuskan utk memeriksakan diri ke dokter. Sebelum jadi berangkat, ia berbincang dengan rekannya dan menceritakan apa yang sedang dirasakannya itu. Ia sampaikan degala kekhawatiran atas sakit pinggang tsb. Ia ceritakan tentang kekhawatiran seandainya yang ia derita adalah penyakit ginjal, maka ia akan menghadapi resiko pengobatan dan perawatan yang tidak sederhana dan mahal. Bahkan ia pun menceritakan kegelisahan seandainya ternyata ia harus mengalami gagal ginjal dan menjalani cuci darah, dan seterusnya, dan sebagainya. Semakin orang ini menceritakan ketakutan dan kekhawatirannya, maka semakin terbebanilah ia, semakin stress-lah ia.
Maka, kendalikanlah diri sebisa mungkin agar terhindar dari sikap mendramatisir masalah yang sedang terjadi. Karena pada hakikatnya setiap persoalan yang menimpa diri manusia itu sudah terukur oleh Allah swt, sesuai dengan kadar kemampuan manusia tsb utk menghadapinya.
Hal ini sesuai dengan firman Allah di dalam Al-Quran, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya.."
(QS. Al Baqarah : 286)

4. Kuasai ilmunya
Sebenarnya tidak ada yang aneh dalam kehidupan ini. Polanya masih sama, begitu begitu saja. Seperti pergantian siang malam, terus menerus seperti itu. Ada senang dan tidak senang, gembira dan kesedihan. Ada gelap ada terang, murung dan riang. Susah dan mudah, marah dan ramah. Kadang dipuji kadang dicaci. Sesekali disukai sesekali dibenci. Punya dan tidak punya, sehat dan sakit, lapang dan sempit. Begitulah seterusnya. Tidak ada yang aneh, kecuali yang aneh itu adalah apabila kita tidak semakin mengerti tentang kehidupan ini.
Semestinya, apapun yang terjadi pada diri kita menjadi pelajaran berharga untuk kita. Hendaknya, setiap yang terjadi menimpa kita, itu menjadi ilmu tentang kehidupan, sehingga kita semakin tangguh dan siap untuk menghadapi setiap kemungkinan. Persis ketika kita menghadapi siang dan malam. Kita siap menghadapi siang, kita pun siap menyongsong malam.
Jika kita mengetahui ilmunya, ketika kita dilimpahi kekayaan materi yang berlebih, maka kita manfaatkan untuk berderma, membantu sesama dan membelanjakannya di jalan Allah. Kita manfaatkan juga kesempatan tersebut untuk meraup lebih banyak ilmu, memperluas wawasan, memperlebar dan memperkuat persaudaraan, serta manfaat lainnya.
Akan tetapi ketika kekayaan materiil itu tidak ada di tangan kita, kita pun sudah mengetahui ilmunya. Yaitu dengan bersabar, berprasangka baik tehadap Allah, gigih menjaga kehormatan diri dengan tidak meminta-minta kepada oang lain, bahkan justru meningkatkan kreatifitas untuk berusaha mendapatkan penghasilan secara baik dan halal.

5. Evaluasi diri
Di dalam AlQuran Allah Swt berfirman, "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom), niscaya dia akan menerima (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan menerima balasannya. (QS. Al Zalzalah 7-8)
Demikianlah kehidupan dunia ini. Seperti suara gema. Apa yang kita teriakan, maka suara itulah yang akan kita dengar. Apa yang kita lakukan akan kembali pada diri kita. Baik itu kebaikan maupun keburukan.
Langkah terbaik yang harus kita lakukan setelah suatu kejadian menimpa kita adalah ridha yang disusul dengan tafakur dan evaluasi diri. Renungkanlah hikmah di balik peristiwa tsb. Boleh jadi itu adalah teguran dari Allah.

6. Jadikan Allah saja sebagai penolong.
Allah swt berfirman, "HasbunaAllah wani'mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik baik tempat bersandar)." (QS. Ali-Imran : 173)
Itu adalah doa nabi Ibrahim ketika berhadapan dengan penguasa Babilonia, Raja Namrud. Ketika Nabi Ibrahim dibakar oleh api, maka tidak ada yang seorangpun yang mampu menolong, kecuali Allah.
Kisah nabi Ibrahim AS di atas memberikan pelajaran kepada kita untuk senantiasa meyakini sepenuh hati bahwasanya hanya Allah Swt tempat kita berlindung dan memohon pertolongan. Kisah ini juga mengajarkan kita berpegang teguh hanya kepada-Nya secara total.

Wallahu'alam.

SUMBER :
5 KIAT MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP
Oleh : Abdullah Gymnastiar
Jumlah Halaman : 72 Hal
Penerbit : SMS Tauhid
Cetakan II, Januari 2012


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!